Pertahanan diri serangga

PERTAHANAN DIRI SERANGGA

Setiap organisme mempunyai musuh atau musuh alami, untuk itu perlu pertahanan diri untuk menghadapi serangan dari musuh alaminya.

Dalam mempertahankan diri, selain mempunyai kemampuan secara fisik, seperti berlari, terbang, meloncat, berenang atau menyelam, serangga juga mempunyai perilaku pertahan diri yang lain seperti penyamaran, aposematik dan mimikri.

Penyamaran (Crypsis)

Penyamaran merupakan kombinasi dari morfologi yang dimilikinya, seperti warna, struktur dan perilaku untuk menyamar menjadi daun, ranting, kayu, organisme atau bentuk-bentuk lainnya, sehingga musuh alaminya tidak mengetahui keberadaannya.

Contoh penyamaran serangga antara lain :

• Phasmatodea (belalang dan atau ranting) menyamar sebagai daun atau ranting

• Ulat jengkal berwarna seperti ranting dan sering berperilaku ‘kaku’ seperti ranting kering

• Ngengat mirip dengan profile kayu dimana dia menempel

• Lalat mirip sekali dengan lebah penyengat

Aposematik

Serangga selain mengeluarkan bahan kimia, juga serangga sering sangat tidak enak dimakan (distastesful) dan sangat beracun, pertahan seperti ini disebut aposematik.

Contoh aposematik diantaranya :

• Banyak serangga kalau menyengat atau menggigit terasa sangat menyakitkan

• Lebah tabuhan merupakan penyengat yang hebat

• Semut api atau ulat bulu yang dapat membuat kulit sangat gatal

• Kumbang pengebom, yang sangat panas

Mimikri

Mimikri merupakan pertahanan dengan bentuk atau warna yang merupakan perhatian bahaya bagi organisme lain, dimana suatu serangga menyerupai serangga lain yang dijauhi atau dihindari, sehingga organisme lain (predatornya) tidak memakannya.

Mimikri yang banyak ditemukan adalah :

Mimikri Mullerian : merupakan mimikri yang dilakukan oleh serangga, tapi baik serangga yang menyerupai (mimik) ataupun yang ditiru (model) sama-sama tidak layak dimakan (unpalatable), seperti lebah berwarna hitam dan kuning (pada ular juga)

Mimikri Batesian : merupakan mimikri organisme yang menyerupai organsime yang berbahaya, dan serangga yang menyerupai layak dimakan. Contohnya lalat menyerupai lebah penyengat

Mimikri Aide-Memoire : mimikri agar organisme predator ingat dengan pengalaman buruk sebelumnya. Contoh: serangga mengeluarkan suara desis dan serangga dengan sayap seperti mata burung

POLIMORFISME

Dalam suatu spesies serangga, ada yang mempunyai perbedaan morfologi, yang merupakan sifat yang nyata yang disertai perbedaan-perbedaan kelakuan, hal ini disebut dengan polimorfisme.

Contoh umum dari polimorfisme adalah pada kelompok rayap, morfologi yang beda menunjukan perilaku dari kehidupan dan fungsi dalam kelompoknya.

Beberapa serangga mengalami perubahan bentuk yang tidak dapat balik pada keturunannya, tapi ada beberapa serangga yang mengalami perubahan bentuk secara siklus yang disebut polimorfisme siklus, seperti terjadi pada jenis tertentu seperti kutu daun dan wereng.

Pada kutu daun, perubahan warna atau bersayap-tidak bersayap terjadi tergantung pada lingkungan dan makanan. Contoh lain dari polimorfisme siklus terjadi pada kepik hijau Myzus persicae.

Leave a Reply